Ada banyak cerita dalam kisah, ada banyak bahagia dalam duka aku, kamu dan mereka punya kisah tersendiri yang akan menjadi cerita di masa tua kita dan ini kisah ku senja wijaya
Pagi yang cerah mengawali hari ku Kutarik kedua sisi bibirku sehingga terbentuk senyum yang indah, dan tak lupa ku ucapakan selamat pagi mentari semoga sinarmu bisa mebawaku ikut bersamamu. Ku langkahkan kedua kaki ku masuk ke salah satu gedung pencakar langit yang ada di kota jakarta.
"Selamat pagi bu, kalau boleh tau tujuan kelantai berapa ya" ucapa scurity gedung dengan ramah.
"Selamat pagi pak, saya mau pergi kelantai 16, kalau boleh tau lewat mana ya pak?" jawabku.
"Maaf kalau boleh tau kelantai 16 ada perlu apa ? Ya."
"saya mau, ,," belum sempat aku menjwab tiba tiba ada mobil sedan hitam mewah berhenti tempat di depan lobby dan keluarlah seorang laki yang tanpan lengkap dengan pakai yang sanggat pas di badannya. Ya saya akui ini laki-laki sungguh sanggat sepurna. Hidungnya, matanya, bentuk tubuhnya semuanya sempurna. semua orang mendukkan kepala saat dia tiba tanpa sadar aku pun menundukkan kepala juga.
" Pagi pak " ucap kedua scurity secara bersamaan.
Dengan sombongnya dia melangkah meniggalkan pintu tanpa menghiraukan kedua scurity tersebut.
"dasar manusi sombong, nyebelin ternyata dia tidak sesempurna yang aku pikirkan sebelumnya, sambil ku padang pundak manusia sombong sampai menghilang di balik pintu lip dengan di ikuti oleh para dayangnya.
" mohon maaf tadi siapa ya pak?". Tanyaku yang sedikit penasaran
"dia adalah Raditiya Widarma alias ahli waris keluarga Widarma, yang punya gedung ini bu!.
"ooh begitu wajar sombong ternyata dia alhi waris??" guman ku dalam hati.
"ibu mau kelantai 16 ada perlu apa?"
"Ya Tuhan pak! saya lupa, saya interviw jam 8 pak, aduh gimana ini kurang 2 menit lagi jam 8, saya harus lewat mana pak" cerocosku tidak membiarkan ke dua scurity bicara karena saat aku melihat jam sudah pukul 07.58.
"maaf bu lewat sini," kata scurity yang ikut panik karena melihat tingkah ku.
Detik berikutnya aku sudah tiba di depan pintu yang bertulisan micella pintu itu aku temukan setalah bertanya ke scurity di lantai tersebut.
Tok tok tok ....
"masuk"
Terdengar suara yang sangat menyeramkan di balik pintu,ku tarik napas ku secara perlahan, ku pegang knop pintu dengan perlahan ada rasa takut, ada rasa cemas karena kuliat jam ku sudah menjukkan jam 08.05. Ya berarti aku terlamabat 5 menit.
"siapa..?
suara menyeramkan lagi ku dengar, sambil dia memeriksa berkas di mejah dan tanpa menatap ku.
"maaf saya senja, yang jadwal interviw dengan ibu hari ini."
Dengan muka yang sinis di memandang ke arah ku dan mengatakan kenapa kamu terlamabat saya paling gak suka dengan orang tidak disiplin.
Detik berikutnya aku sudah di dalam ruangan yang diarahkan bu micella setalah terjadi banyak pertanyaan dan drama sebelum aku berada disini.
" sepertinya aku akan gagal lagi kali ini" setelah aku melihat expresi dari ibu micella sepertinya dia tidak suka dengan keberadaanku.
"harusnya aku tidak terlambat kalau saja tidak ada pria sombong itu. titahku."
Senja Wijaya. "iya saya " suara itu sungguh tegas dan berwibawa membuatku menelan ludah ku sendiri karena kaget atau kagum dengan pemilik suara yang di balik kursi.
Nama : Senja Wijaya
Umur : 24 th
Hobby: Trevelling
Makvar: Semua yang bisa di makan
Wakes : Hitam dan Putih. Kenapa suka warna hitam dan putih kan dua warna tersebut sanggat tidak bisa di satukan. pemilik suara kembali bertanya?
"ini orang mau interviw kerja apa mau interviw anak paud sih gumanku dalam hati karena sudah kesal dengan pertanyaan yang engak masuk akal.
"senja" pemilik suara itu memutarkan kursi nya dan menghadap kearah ku, dan betapa terkejutnya aku kalau pemilik suara itu adalah orang sombong yang aku temui di pintu masuk. Spontan aku terdiam setelah tau siapa orang gila yang menginterviw aku dari tadi.
"senja, ? Ada apa?
"tidak pak"
"kamu seperti melihat hantu saja ucap raditya setelah melihat expresiku."
"saya,,, egak apa apa pak! "
"itu bukan pertanyaan ku...!"
"mohon maaf tadi bapak tanya apa?"
" jadi kamu tidak menyimak pertanyaan ku, ? aku sudah berulang kali bertanya?."
"maaf pak. Sambil ku tundukkan kepala ku. Aku!,,"
"saya tanya kenapa kamu suka warna hitam dan putih"
"karena warna hitam dan putih mengambarkan kehidupan yang kita jalan, terkadang hitam tidak sumua jahat dan putih tidak semuanya baik. "
"bagus!!"
"apanya yang bagus?" tanya ku penasaran, karena orang sombong tiba - tiba mengucapakan kata bagus padahal aku tidak melakukan apa apa dasar orang gila! Sambil ku keluarkan senyum palsuku.
"ceritakan tentang keluargamu"
"keluarga ku?"
"iya keluargamu apa pertanyaanku kurang jelas?"
"keluarga ku! Aku anak kedua dari dua saudara dan sekarang kita tinggal bedua Karena kakak su-sudah menikah aku hanya tinggal bedua dengan ibuku"
"hanya itu! Tidak ada cerita lagi?"
"tidak pak"
"baiklah kamu cocok jadi i istriku"
"istri!''''''''"'""?
"iya istri" dengan mudahnya orang sombong menggatan kalau aku harus jadi istrinya, dasar manusia tidak punya tata aturan.
"saya di sini melamar untuk bekerja, bukan menjadi istri! Bapak"
"saya akan bayar gaji berapa saja kamu minta, kerja kamu cukup jadi istri kontrak selama 2 tahun. Samapi kekasih aku pulang ke indonesia, setelah itu kamu mau pergi kemana pun aku tidak akan larang. Bahkan kalau kita bertemu aku pura pura tidak kenal gimana?"
"kalau bapak mau calon istri bapak cari dijalanan banyak kok pak, kalau saya egak mau. Maaf!" setelah puas menggeluarkan isi hati ku kulangkahkan kakai ku menjauh dari orang gila dan ruangan terkeruk ini. Janjiku." ku tarik knop pintu mau meninggalkan orang gila yang di hadapanku.
"senja wijaya" langkah ku terhenti saat si orang gila menyebutkan namaku kembali. " senja wijaya puntri kedua dari keluarga wijaya, kerja paruh waktu di sebuah restoran jepang di jakarta. Ayah dan kakanya nya mininggal karena kecelakan mobil saat dia berumur 17 th. Sedangkan ibunya di rawat di rumah sakit jiwa karena stress kehilangan anak adan suaminya" benarkah seperti itu informasinya?
Aku tiba- tiba terdiam dengan kebingunganku. " iya aku senja wijaya ternyata kamu mempunyai informasi ku begitu detail. Jadi kenpa kamu msih bertanya tentang ku ha."
Dengan sombongnya di melangkah menghampiriku " dengarkan aku nona sebelum kamu bisa masuk dan berada disini aku harus tau informasi mu terlebih dahulu karena apa pun yang aku inginkan harus di jawab dengan kata iya, termasuk kumu, "
"he ku palaingkan mukaku dari dia. Tidak semua orang mau di beli dengan uangmu Inggat itu tuan Raditya Widarma." setelah selesai dengan tuan yang gila dan sombong ku dorong badannya yang seperti atlet itu dan ku tutup pintu mengeluarkan suara yang kencang.
Didalam ruangan Raditya tersenyum licik "kau liat dalam 1 bulan ini kamu akan jadi nyonya widarma untuk 2 th kedepan, kau akan betekuk lutut memohon padaku. Sambil mengabil telponnya.
Hari yang menegangkan 2
Setelah kejadian kemren jia sudah mencoba memasukan lamaran di bebagai perusahaan tapi hasilnya masih tetap sama.
" hi jia"
"kak Alan"
mengngejutkanku dan sepetinya aku kenal, dengan pemilik suara.
"Senja kamu dengar saya"
"iya bu saya dengar"
"saya aneh sama orang sekarang kenapa hobi sekali bengong, apa coba yang di bengongkan."
Ku telan ludah ku karena mendengar ocehan bu missela sambil ku ikuti langkahnya.
Tok tok tok..
"masuk, saya misela pak
Leni Ricart.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar